Website Resmi Kecamatan Pulau Tiga Barat Kabupaten Natuna Propinsi Kepulauan Riau

Monthly Archives: Oktober 2017

Pulau Tiga di Natuna yang Semakin Benderang

Wajar saja jika di Pulau Tiga, Kecamatan Tiga Barat, Pulau Natuna, Kepulauan Riau masih minim listrik. Untuk mencapai sana saja dari Batam membutuhkan waktu yang panjang dan jalan yang berliku.

Setelah penerbangan dari Jakarta mendarat di Batam, masih harus menyambung menggunakan pesawat jarak pendek jenis ATR sekitar satu jam untuk menuju bandara Natuna. Dari situ, harus melanjutkan perjalanan darat hingga kurang lebih 2 jam menuju Selat Lampa.

Setelah itu lanjut menggunakan kapal laut sekitar 40 menit untuk sampai di Pulau Tiga. Perjalanan belum berhenti di situ, untuk menuju lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Pulau Tiga, harus dilewati dengan menggunakan kendaraan roda dua sekitar 15 menit.

PT PLN (Persero) membangun PLTD Tanjung Kumbik, Pulau Tiga, di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Natuna, Kepulauan Riau untuk memenuhi kebutuhan listrik di pulau tersebut.

BUMN listrik tersebut membangun PLTD dengan kapasitas 3×500 kilowatt (kw) untuk melistriki 4 desa di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Natuna, Kepulauan Riau, yaitu Desa Pulau Tiga, Desa Tanjung Kumbik Utara, Desa Setumuk, dan Desa Selading.

Saat ini, dari 4 desa tersebut, baru dua desa yang sudah teraliri listrik meskipun baru 7 jam. Listrik di desa tersebut baru menyala pukul 17.00 hingga 00.00 waktu setempat.

Setelah ada PLTD, listrik akan bisa menyala hingga 14 jam sampai pukul 7 pagi. Hal tersebut juga berlaku untuk 2 desa yang belum teraliri listrik.

Aliran listrik PLN sebentar lagi masuk wilayah tersebut, desa-desa di Pulau Tiga, Natuna, tak lagi gelap. Saat ini, instalasi sudah terpasang dan proses selanjutnya menunggu pemasangan mesin dan dilanjutkan dengan proses commisioning atau uji coba (performance test).

“Kita akan siapkan jaringan tegangan menengah, trafo dan saluran kabel tegangan rendah. Targetnya Desember nyala. Pengalaman yang sebelumnya sih begitu mesin terpasang, sekitar 20 hari, listrik sudah bisa nyala,” ujar Manajer Bidang SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri, Dwi Suryo Abdullah saat berbincang bersama media di lokasi PLTD Tanjung Kumbik, Pulau Tiga, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (19/10).

Dwi menjelaskan, sebelumnya warga di wilayah tersebut mendapat listrik dari swakelola warga, di mana warga setiap hari membayar iuran untuk membeli solar rata-rata Rp 5.000-Rp 15.000 per kepala. Besaran iuran tergantung jumlah penggunaan listrik yang dipakai. Iuran tersebut dipakai untuk membeli kebutuhan solar sekitar 280 liter per hari untuk menerangi wilayah tersebut. Dengan solar tersebut, listrik bisa menyala 7 jam dimulai pukul 17.00 waktu setempat.

“Listrik saat ini di Kecamatan Pulau Tiga Barat dikelola warga. Setelah listrik kita masuk, Pulau Tiga Barat menjadi terang, 3 mesin dengan kapasitas 1.500 kw akan terpasang. Jaringan 17 km kita bentangkan di 3 desa dan akan ada 4 desa yang akan menikmati listrik PLN,” paparnya.

Saat ini, masih ada 2 desa di Pulau Tiga yang belum teraliri listrik dengan jumlah 186 dan 120 KK yang jumlahnya mencapai 1.200 jiwa.

Dwi berkomiten di tahun 2019 nanti, setidaknya 104 desa di Riau dan Kepulauan Riau yang belum mendapat listrik sudah bisa merasakan listrik secara penuh.
“PLN komit terwujudnya Kepri terang. Indonesia terang. Target tahun ini melistriki 33 desa, tahun depan 35, 29 tahun 2019 jadi total 104. Jadi 2019 seluruh desa sudah berlistrik,” kata Dwi.

Sumber: https://kumparan.com/@kumparannews/pulau-tiga-di-natuna-yang-tak-lagi-gelap