Website Resmi Kecamatan Pulau Tiga Barat Kabupaten Natuna Propinsi Kepulauan Riau

adminweb

Pertemuan Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Natuna

Tanggal rilis: senin 21 Oktober 2019
Ketua Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Natuna H. Wan Zawali mengadakan pertemuan dengan kepala Desa, BPD, pengurus masjid, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang diadakan di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Pulau Tiga Barat Kabupaten Natuna pada hari Senin, tanggal 21 Oktober 2019.
Narasumber dalam pertemuan ini adalah Ketua FKUB itu sendiri Bapak H. Wan Zawali dan Sekretaris Bakesbangpolda kab natuna Drs.

Ismail Sitam, MM.

Camat Pulau Tiga Barat Idris, S.Sos serta Sekretaris Kecamatan Pulau Tiga Barat Junaidi, S.Sos ikut serta menyambut kedatangan Ketua FKUB serta mengikuti acara tersebut hingga selesai. Di Kecamatan Pulau Tiga Barat ini agama mayoritas penduduknya adalah Islam. Hingga kini masyarakat disini hidup rukun dan saling membantu antar sesama, dikarenakan budaya melayu dan islami  sangat kental di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Senam Bersama Se-Kecamatan

Keseruan acara senam pagi bersama pada jum’at pagi tanggal 18 Oktober 2019.  Adapun peserta kegiatan senam adalah seluruh masyarakat maupun dari instansi yang ada di kecamatan, serta dari siswa/guru sekolah dari tingkat SD hingga SLTA yang diadakan di lapangan bola kaki tanjung kumbik. Acara senam sehat ini juga dilanjutkan dengan pembagian jamu sehat gratis serta pemeriksaan kesehatan gratis kepada semua peserta yang dilakukan oleh pihak puskesmas kecamatan. Acara bertambah seru dengan kegiatan pembagian kupon berhadiah oleh Camat Pulau Tiga Barat, Idris, S.Sos.  Acara ini bertujuan untuk menyehatkan warga juga untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga. Semoga acara seperti ini tetap berlanjut kedepannya dan terimakasih kepada semua pihak/instansi yang telah mendukung penuh atas suksesnya acara senam sehat bersama ini.

Sekilas tentang Kecamatan Pulau Tiga Barat

Setumuk, Pulau Tiga Barat. Sumber: Dishub Natuna

Secara geografis, kecamatan ini terdiri atas pulau yang berbukit-bukit yang membuatnya berada pada ketinggian 3 – 500 meter di atas permukaan laut. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Bunguran Barat di sebelah utara, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pulau Tiga. Selain itu, disebelah barat berbatasan dengan Laut Natuna dan disebelah timur juga berbatasan dengan Kecamatan Pulau Tiga.
Kecamatan ini terdiri atas empat (4) desa dengan luas wilayah daratan sebesar 17,08523 km2. Keempat desa  rsebut adalah desa Pulau Tiga dengan luas 4,44635 km2; desa Tanjung Kumbik Utara dengan luas 2,36762 km2; desa Setumuk dengan luas 5,35646 km2 dan desa Selading dengan luas 4,9148 km2.
Berdasarkan data dari sekretariat daerah Kabupaten Natuna bagian tata pemerintah, luas wilayah untuk 3 (tiga)  desa diantaranya masih indikatif yakni selain desa Selading Desa-desa di kecamatan ini memiliki luas wilayah yang hampir sama satu dengan yang lain. Desa dengan luas terbesar dapat dilihat dari rasio terhadap total luas kecamatan. Dapat diketahui bahwa desa Tanjung Kumbik Utara merupakan desa terbesar dengan rasio sebesar 28,30 persen. Selanjutnya ada desa Pulau Tiga dengan rasio sebesar 24,96 persen. Desa ini merupakan ibukota dari kecamatan Pulau Tiga. Sedangkan desa terkecil adalah desa Selading dengan rasio sebesar 22,23 persen.

Jumlah penduduk dari Kantor Kecamatan, pada tahun 2018 jumlah penduduk di kecamatan ini telah mencapai 2 024 jiwa yang terdiri dari 1 055 penduduk laki-laki dan 968 penduduk perempuan. Sementara jika dilihat dari nilai sex ratio yaitu sebesar 109 dapat diartikan bahwa setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat 109 sampai 110 penduduk laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki dan perempuan tidak jauh berbeda. Kepadatan penduduk di kecamatan ini adalah 118,465 jiwa per kilometer persegi. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap satu kilo meter persegi dihuni oleh 118 sampai 119 penduduk. Desa dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Desa Tanjung Kumbik Utara yaitu 203,580 yang artinya setiap satu kilo meter persegi dihuni oleh 203 sampai 204 penduduk.
Kantor kecamatan juga mencatat bahwa terdapat sebanyak 585 KK (kepala keluarga) di kecamatan ini. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga adalah 3 sampai 4 orang pada satu (1) kepala keluarga. Seluruh penduduk yang ada di kecamatan ini adalah warga negara Indonesia. Pada tahun 2018 terdapat 2 penduduk datang, 1 kematian dan 1 penduduk pergi yang tercatat.
Selama tahun 2018 tercatat sebanyak 229 tenaga kerja yang bekerja di bidang perikanan. Hal ini tentunya sesuai dengan karakteristik wilayah yang merupakan daerah pulau dan dikelilingi oleh lautan. Selain itu, sebanyak 80 pekerja bekerja di bidang pertanian dan sisanya bekerja diberbagai jenis lapangan pekerjaan seperti menjadi PNS/BUMN, perdagangan dan berbagai pekerjaan lain yang belum disebutkan sebelumnya.

Kondisi sosial masyarakat dapat dilihat dari beberapa hal, beberapa diantaranya adalah ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan serta mudahnya akses pada fasilitas kesehatan. Semakin lengkap sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan membuat kualitas hidup masyarakat semakin baik dan meningkatkan keadaan sosial mereka.
Berdasarkan data dari Kecamatan Pulau Tiga Barat, terdapat 3 Sekolah Dasar (SD), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Atas (SMA), 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 1 Madrasah Aliyah (MA) di kecamatan ini. 3 SD masing-masing berada di 3 desa kecuali desa Tanjung Kumbik Utara. Sedangkan SMP hanya terdapat di Desa Pulau Tiga, SMA terdapat di Desa Selading, serta MTs dan MA terdapat di Desa Pulau Tiga. Belum meratanya fasilitas pendidikan di seluruh wilayah desa menujukkan masih minimnya akses terhadap pendidikan di kecamatan ini.
Selain fasilitas pendidikan, terdapat juga beberapa fasilitas kesehatan yaitu 1 puskesmas, 3 puskesmas pembantu, 1 polindes, dan 6 posyandu di kecamatan ini. Tenaga medis yang membantu pada fasilitas kesehatan tidak tersebar merata diseluruh tempat. Dari Puskesmas diketahui bahwa terdapat seorang dokter, enam (6) orang bidan, dua belas (12) orang perawat, tiga (3) farmasi dan satu (1) ahli gizi di kecamatan ini.
Perekonomian merupakan bagian penting dari masyarakat yang tidak dapat diabaikan. Kondisi perekonomian yang baik pada suatu wilayah akan berdampak pada kehidupan masyarakat yang lebih baik dan memadai. Kondisi perekonomian yang baik dapat dilihat dari lancarnya transaksi keuangan dan kemudahan melakukan transaksi keuangan. Salah satu yang diperlukan untuk menunjang hal tersebut adalah keberadaan lembaga keuangan. Selama tahun 2018, terdapat 2 buah koperasi non KUD di Kecamatan Pulau Tiga Barat, tepatnya di desa Tanjung Kumbik Utara. Hal ini menunjukkan masih kurangnya akses pada lembaga keuangan di kecamatan ini. Di samping itu, terdapat enam (11) rumah makan, dimana lima (8) diantaranya berada di Desa Pulau Tiga dan lima (5) berada di Desa Tanjung Kumbik Utara. Akomodasi untuk bermalam/menginap di kecamatan ini juga masih minim, hanya ada 3 penginapan di desa Tanjung Kumbik Utara.

Sumber: BPS Kab.Natuna. Kecamatan Pulau Tiga Barat dalam Angka 2019.

Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Kesehatan Reproduksi

Pagi hari Rabu, 16 Oktober 2019 pukul 08.00 WIB, bertempat di gedung pertemuan Desa Tanjung Kumbik Utara (Gedung Karla) Camat Pulau Tiga Barat, Idris, S.Sos menyambut kedatangan Dandim Natuna dalam rangka kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Kesehatan Reproduksi bagi siswa/siswi SMA yang diselenggarakan oleh Kodim 0318 dalam kegiatan Karya Bhakti TNI 2019 di Kecamatan Pulau Tiga Barat Kabupaten Natuna.

 

Adapun para narasumber sengaja didatangkan dari Bakesbangpol dan Dinas Kesehatan Kabupaten Natu

na. Terimakasih atas pengabdian dan pelayanan kepada TNI terutama atas kegiatannya di daerah perbatasan ini.

Pengolahan sampah plastik menjadi Batako

Camat Pulau Tiga Barat, IDRIS, S.Sos meninjau langsung proses Pengolahan sampah plastik menjadi Batako di Kecamatan Pulau Tiga Barat.

Camat menyampaikan kepada masyarakat agar mari bersama-sama mengurangi penggunaan plastik, karena limbah plastik  sulit diuraikan oleh proses alami. Penggunaan plastik secara perlahan dapat dikurangi dengan menggunakan bahal lain yang fungsinya sama  yang mudah diurai oleh proses alami.

 

Limbah plastik yang sebagian orang dibuang dan dianggap tidak berguna ternyata dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang kreatif menjadi barang bernilai. Di Kecamatan Pulau Tiga Barat, limbah plastik ini dapat diolah menjadi Batako yang merupakan bahan utama kebutuhan bangunan. Semoga kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat ini mendapat dukungan dari semua pihak serta menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.

Wakil Bupati Natuna Sebut Pulau Tiga Barat Miliki Potensi Perikanan yang Besar

Kecamatan Pulau Tiga Barat, memiliki potensi yang cukup besar di bidang perikanan, potensi ini harus dikelola dengan baik, untuk meningkatkan kesejahteraan.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, disela Hari Ulang Tahun Kecamatan Pulau Tiga Barat di Lapangan Bola Kaki Desa Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Selasa (9/7/2019) lalu.

Ngesti mengatakan, dengan diresmikannya Kecamatan Pulau Tiga Barat pada 15 April 2016 yang lalu, ikut memberikan peluang ke Pulau Tiga Barat, agar lebih leluasa mengelola potensi, untuk meningkatkan kesejahteraan dan upaya percepatan pembangunan.

“Dengan peluang yang diberikan sebagai sebuah kecamatan, diharapkan dapat lebih leluasa dalam mengelola potensi yang ada,” ujarnya.

Ngesti juga mengingatkan bahwa tahun 2020, Kecamatan Pulau Tiga, telah ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ tingkat Kabupaten Natuna, suksesnya penyelenggaraan dibutuhkan keterlibatan dari pihak Kecamatan Pulau Tiga Barat.

“Untuk mensukseskan perhelatan tersebut saya mengharapkan kepada Pemerintah Kecamatan Pulau Tiga Barat untuk terus membangun koordinasi sebagai bentuk dukungan dalam mensukseskan perhelatan tersebut,” ujar Ngesti.

Tabrani Camat Pulau Tiga Barat menyampaikan, bahwa kegiatan HUT Kecamatan Pulau Tiga Barat ini disejalankan dengan peringatan hari kemerdekaan RI, dengan tujuan untuk meningkatkan silaturahmi seluruh unsur pembangunan, terutama di Kecamatan Pulau Tiga Barat.

Kegiatan ini akan diselenggarakan mulai 9 Juli sampai 9 Agustus 2019, dengan beberapa perlombaan yang akan digelar. Di antaranya sepak bola, bola voli putra dan putri, serta sepak takraw. ***

Sumber: https://www.hariankepri.com/ngesti-sebut-pulau-tiga-barat-miliki-potensi-perikanan-yang-besar/

Pulau Tiga di Natuna yang Semakin Benderang

Wajar saja jika di Pulau Tiga, Kecamatan Tiga Barat, Pulau Natuna, Kepulauan Riau masih minim listrik. Untuk mencapai sana saja dari Batam membutuhkan waktu yang panjang dan jalan yang berliku.

Setelah penerbangan dari Jakarta mendarat di Batam, masih harus menyambung menggunakan pesawat jarak pendek jenis ATR sekitar satu jam untuk menuju bandara Natuna. Dari situ, harus melanjutkan perjalanan darat hingga kurang lebih 2 jam menuju Selat Lampa.

Setelah itu lanjut menggunakan kapal laut sekitar 40 menit untuk sampai di Pulau Tiga. Perjalanan belum berhenti di situ, untuk menuju lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Pulau Tiga, harus dilewati dengan menggunakan kendaraan roda dua sekitar 15 menit.

PT PLN (Persero) membangun PLTD Tanjung Kumbik, Pulau Tiga, di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Natuna, Kepulauan Riau untuk memenuhi kebutuhan listrik di pulau tersebut.

BUMN listrik tersebut membangun PLTD dengan kapasitas 3×500 kilowatt (kw) untuk melistriki 4 desa di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Natuna, Kepulauan Riau, yaitu Desa Pulau Tiga, Desa Tanjung Kumbik Utara, Desa Setumuk, dan Desa Selading.

Saat ini, dari 4 desa tersebut, baru dua desa yang sudah teraliri listrik meskipun baru 7 jam. Listrik di desa tersebut baru menyala pukul 17.00 hingga 00.00 waktu setempat.

Setelah ada PLTD, listrik akan bisa menyala hingga 14 jam sampai pukul 7 pagi. Hal tersebut juga berlaku untuk 2 desa yang belum teraliri listrik.

Aliran listrik PLN sebentar lagi masuk wilayah tersebut, desa-desa di Pulau Tiga, Natuna, tak lagi gelap. Saat ini, instalasi sudah terpasang dan proses selanjutnya menunggu pemasangan mesin dan dilanjutkan dengan proses commisioning atau uji coba (performance test).

“Kita akan siapkan jaringan tegangan menengah, trafo dan saluran kabel tegangan rendah. Targetnya Desember nyala. Pengalaman yang sebelumnya sih begitu mesin terpasang, sekitar 20 hari, listrik sudah bisa nyala,” ujar Manajer Bidang SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri, Dwi Suryo Abdullah saat berbincang bersama media di lokasi PLTD Tanjung Kumbik, Pulau Tiga, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (19/10).

Dwi menjelaskan, sebelumnya warga di wilayah tersebut mendapat listrik dari swakelola warga, di mana warga setiap hari membayar iuran untuk membeli solar rata-rata Rp 5.000-Rp 15.000 per kepala. Besaran iuran tergantung jumlah penggunaan listrik yang dipakai. Iuran tersebut dipakai untuk membeli kebutuhan solar sekitar 280 liter per hari untuk menerangi wilayah tersebut. Dengan solar tersebut, listrik bisa menyala 7 jam dimulai pukul 17.00 waktu setempat.

“Listrik saat ini di Kecamatan Pulau Tiga Barat dikelola warga. Setelah listrik kita masuk, Pulau Tiga Barat menjadi terang, 3 mesin dengan kapasitas 1.500 kw akan terpasang. Jaringan 17 km kita bentangkan di 3 desa dan akan ada 4 desa yang akan menikmati listrik PLN,” paparnya.

Saat ini, masih ada 2 desa di Pulau Tiga yang belum teraliri listrik dengan jumlah 186 dan 120 KK yang jumlahnya mencapai 1.200 jiwa.

Dwi berkomiten di tahun 2019 nanti, setidaknya 104 desa di Riau dan Kepulauan Riau yang belum mendapat listrik sudah bisa merasakan listrik secara penuh.
“PLN komit terwujudnya Kepri terang. Indonesia terang. Target tahun ini melistriki 33 desa, tahun depan 35, 29 tahun 2019 jadi total 104. Jadi 2019 seluruh desa sudah berlistrik,” kata Dwi.

Sumber: https://kumparan.com/@kumparannews/pulau-tiga-di-natuna-yang-tak-lagi-gelap

Kecamatan Pulau Tiga Barat Diresmikan

Bupati Na­tuna Ilyas Sabli meresmikan peme­karan Keca­matan Pulau Tiga Barat, Jumat (15/4). Kecamatan baru tersebut memekarkan diri dari Kecamatan Pulau Tiga. Dalam sam­butannya, Ilyas me­nyebutkan dengan dimekarkannya Kecamatan Pulau Tiga barat, pem­bagian wilayah administratif menjadi lebih singkat. “Kecamatan adalah salah satu perangkat daerah di atas desa dan kelurahan.

Dengan begitu perlu sekali mem­perbaiki diri agar menjadi lebih baik lagi demi melayani masyarakat dengan efisien dan semaksimal mungkin,” kata Bupati Ilyas Sabli kepada masyarakat di Desa Tanjung Kumbik Kecamatan Pulau Tiga, Jumat (15/4).

Bupati Ilyas mengatakan, peme­karan itu akan lebih mudah bagi pemerintahan dalam meningkatkan program di tingkat daerah khususnya kecamatan maupun kelurahan.

“Kalau saat ini kan kecamatan ada 12 Kecamatan, jadi kalau yang tiga kecamatan lagi diresmikan, maka akan bertambah menjadi 15 Kecamatan. Jika kita lihat ke depan, artinya pemekeran kecamatan yang diprogramkan Pemkab Natuna akan banyak manfaatnya bagi warga,” tuturnya.

Camat Pulau Tiga, Tabrani yang juga sebagai Plt Camat Pulau Tiga Barat menga­takan, dengan telah terbaginya kecamatan Pulau Tiga dengan kecamatan Pulau Tiga Barat ini, tentunya pelayanan serta pem­bagian wilayah administratif menjadi lebih singkat. Mengingat kondisi wilayah ke­camatan Pulau Tiga terdiri dari berbagai kepulauan.

Sementara waktu sambil ada pem­bangunan kantor Camat yang baru, maka pelayanan publik Kecamatan Pulau Tiga Barat akan difokuskan di gedung bekas kantor desa Pulau Tiga.

“Jadi Kecamatan Pulau Tiga Barat mencakup empat desa seperti Desa Pulau Tiga, Desa Tanjung Kumbik Utara, Desa Selading dan Desa Setumuk,” tutupnya. ***